Selamat Idul Fitri
Sekolah Tetum Bunaya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1431 H.
Sekolah libur tanggal 3-17 September 2010, dan masuk kembali hari Senin 20 September 2010.
Kembali ke Sekolah, Kembali ke Ritual Pagi
Kembali ke Sekolah, Kembali ke Persahabatan
Program Makan Bersama
Jadwal Juli 2010
- 12-30 Juli 2010 Tema: Aku & Sekolahku
- 12-16 Juli 2010 Minggu pertama bersekolah (jadwal ada di buku panduan)
- Senin 26 Juli 2010: Orientasi orang tua murid kelas Antariksa
- Selasa 30 Juli 2010: Orientasi orang tua murid kelas Merkurius
- Rabu 28 Juli 2010: Orientasi orang tua murid kelas Langit
- Kamis 27 Juli 2010: Orientasi orang tua murid kelas Darat
- Jumat 30 Juli 2010: Orientasi orang tua murid kelas Laut
Splish-Splash
Program Liburan Splish-Splash, Selasa 22 Juni 2010- Kamis 24 Juni 2010, Matoa Country Club
Pelepasan Kelas Antariksa

Aku Sahabat Anak Spesial
Dalam rangka Bulan Kepedulian Autisme, Sekolah Tetum mengadakan kegiatan “Aku Sahabat Anak Spesial.”
Definisi:
Aku = siapa saja yang berada di lingkup terdekat anak spesial.
Sahabat = seseorang yang memahami, menyayangi, peduli dan mendukung
Anak = seseorang yang berada di rentang usia 2-8 tahun
Anak Spesial = seorang anak yang karena faktor perkembangan (sejak lahir) atau faktor stimulasi (pola asuh), tumbuh dengan kondisi sosial, emosi, kognitif dan motorik spesifik yang perlu penanganan khusus.
Catatan = pada dasarnya semua anak di Tetum adalah anak spesial karena ditangani dengan khusus.
Tujuan: Membangun pemahaman tentang hakikat anak spesial.
Acara:
08.30-09.00 : Pendaftaran
09.00-09.10 : Menonton klip autisme
09.10-11.00:
Anak-anak: Berkumpul sesuai kelompok usia/kelas, memilih buddy, bermain tentang persamaan dan perbedaan, makan bekal
Dewasa:
-Berbincang dengan Osha (Natrio Catra Yoshoha), mahasiswa Semester II UGM — Apa yang dipikirkan dan dirasakan sebagai seseorang yang mempunyai perkembangan neurologis dan kemampuan sosial & komunikasi berbeda dari orang lain pada umumnya? Sungguhkah merasa berbeda? Sungguhkah merasakan kesulitan?
-Menimba pengalaman dari Ibu Moechiam Herniwatty (ibunda Osha dan penulis “Hidup di Tengah Badai”) tentang membesarkan anak yang “berbeda”, dan bagaimana membantu Osha beradaptasi dengan lingkungan.
-Menimba pengalaman tentang membuat dokumentasi perkembangan anak dari Ibu Rosa Elvina Saad yang tekun mendokumentasikan perkembangan sosial, emosi dan komunikasi putranya yang terlahir sebagai anak spesial.
Dress code: Bebas, disarankan memakai biru.
Anak membawa bekal minum dan makan.
Biaya: Gratis
RSVP: selambat-lambatnya Jumat 9 April 2010 pada Kak Kiki, 7869531
Calistung dan Refleks Primitif
“Jadi di sini tidak diajarkan membaca dan menulis?” tanya seorang ibu yang akan mendaftarkan anaknya ke TK A.
Pertanyaan itu muncul setelah saya jelaskan bahwa yang membedakan sekolah kami dengan sekolah lain adalah: tidak menggegas. Artinya, kami memberikan stimulasi edukasi sesuai dengan perkembangan anak. Contoh gampangnya, di sekolah lain anak-anak TK A sudah diajarkan membaca secara visual dan sudah diberi PR, namun pada tingkat TK A kami lebih menaruh fondasi pada rentang konsentrasi, sikap belajar, kemampuan memegang pensil yang matang dan postur tubuh.
Untuk Bunda Ci yang Putranya tidak Lulus Tes Masuk SD
Bunda Ci, saya baru saja membaca suratmu tentang keputusanmu memasukkan putramu ke SD kami. Saya terharu membacanya, membayangkan diri saya di posisimu, dalam kegundahan mempersiapkan masa depan Le. Hati kecilmu memilih kami, sekalipun keluargamu mempengaruhimu agar mencari sekolah beragama yang bonafid.
Kau telah mengirim Le ke “medan perang”, bertempur dengan soal-soal tes masuk SD. Kau menaruh harapan pada dua sekolah, dan kau mendapat kekecewaan dua kali pula: putramu tak lulus. Saudara-saudaramu pun bereaksi lagi: akan mengajari si Le membaca dan menulis dalam waktu dua bulan. Tapi kau sudah lelah untuk mencoba lagi, dan akhirnya kau menulis surat kepada saya.

