Anak-anak perlu belajar secara konkret, dan ketika belajar tentang buah-buahan pun mereka perlu melihat dan meraba pohon sesungguhnya, dahannya, daunnya dan buahnya. Siklus hidup buah itu pun sebisa mungkin mereka pelajari langsung, terutama untuk pohon-pohon kecil.

Untuk kebutuhan itu, maka kami pun menanam pohon buah-buahan, dan diupayakan adanya pohon langka. Di bawah ini adalah sebagian dari pohon buah yang sudah kami data:

1. Belimbing Belanda atau Dewandaru atau Ceremai Asam.

Pohon ini merupakan hadiah dari Ariel, Kelas Merkurius, pada hari ulang tahunnya di bulan April 2011.  Belimbing Belanda termasuk tanaman langka.  Tanaman ini berkhasiat sebagai antioksidan, antibakteri dan antinyeri (sumber http://ksupointer.com/dewandaru-cermai-belanda-si-kecil-yang-berkhasiat).

2. Mangga Gedong Apel

Pohon ini terlihat cantik, dengan buah-buah bergelantungan seperti anting-anting panjang di telinga anak perempuan. Tamu-tamu yang datang, biasanya ingin memetik dan membuat rujak. Buahnya masam kalau dipetik dari pohon, tapi akan manis kalau sudah jatuh, yang tandanya sudah matang benar (sumber: http://www.rudylim.com/article/55-gedong-gincu-vs-gedong-apel).  Menurut Pak Iis, beberapa buah sudah pernah jatuh, dan rasanya manis. Namun sebagian buah membusuk di pohon karena dimakan kelelawar.  Seandainya memang kelelawar membutuhkan makan, maka kami akan membiarkannya. Tentunya saat ini sulit bagi kelelawar mencari sumber pangan karena keterbatasan lahan di Jakarta. Pohon ini sudah ada sejak kami membeli lahan sekolah.


3. Rambutan Cipelat atau Rapiah

Rambutan ini kami tanam setelah sekolah dibangun. Agak kurus kering. Menurut Pak Choir, tukang kebun, kondisi sampah plastik di bawah tanah menyebabkan akar pohon ini kurang sehat. Mudah-mudahan setelah tanah digemburkan dan diberi pupuk, pohon ini akan tumbuh sehat.

4. Kelengkeng

Pohon ini ditanam oleh anak-anak Kelas Merkurius pada hari ulang tahun Tiaz di tahun 2010.  Pohon ini merupakan hadiah dari Tiaz. Sempat terserang hama, namun Pak Choir berjanji akan menyehatkan kembali pohon ini.

Open chat