“Tepuk Pramuka,” Kak Wiwik, pembina Pramuka, memberi aba-aba.

Lalu terdengar suara ritmis ketika telepak tangan bertemu: “Prok, prok, prok. Prok, prok, prok. Prok, prok, prok, prok, prok, prok, prok.”

Pagi itu, Rabu 5 September 2012  adalah hari pertama kegiatan Pramuka Tetum Bunaya dimulai. Semua anak dengan bangga memakai seragam Pramuka. Ada yang memperlihatkan lambang atau logo kepada kakak-kakak di sekolah, atau sekedar bercerita sambil menunjukan kaos kaki berlambang tunas kelapa, topi, kacu, dan semua atribut Pramuka yang mereka pakai di pagi itu.

“Kak Lely seragam aku baru dong,” kata Danta, siswa Kelas Merkurius (Kelas 1 SD Tetum Bunaya) kepada seorang kakak.

Di kelas pun yang mereka ceritakan hanya tentang Pramuka.

Waktu menunjukkan pukul 08.00 pagi. Serentak seluruh siswa SD Tetum Bunaya berbaris menuju lapangan sekolah. Hari itu mereka diperkenalkan dengan istilah “barung” (kelompok). Mereka membentuk kelompok dan memilih warna sebagai nama barung mereka. Akhirnya terbentuklah Barung Merah, Barung Biru, Barung Oranye, dan Barung Ungu.

Karena kelas tertinggi adalah Kelas Bumi (3 SD), maka yang menjadi ketua barung adalah dari kelas itu.

Setelah kelompok terbentuk, masing-masing berkumpul untuk membuat yel-yel. Dalam sekejap mereka berkreasi membuat yel-yel. Ini hasilnya:

“Ma ma ma ma, ju ju ju ju, Go Orange”! seru Barung Oranye.

“Go go super biru, go!” kata Barung Biru.

“Barung Ungu… Yes yes yes!” lanjut Barung Ungu.

“Barung Merah, siapa berani!” tantang Barung Merah.

Kegiatan hari itu membuat mereka bergembira dan menantikan kegiatan Pramuka di minggu berikutnya.

 

 

Barung Ungu Yes... yes.. yes...

Barung Merah Siapa berani

Go go go super biru go!

“Ma ma ma ma, ju ju ju ju, Go Orange”!

 

Kekompakan setiap kelompok.

Semangat Pramuka

Ini kelompokku, mana kelompokmu?

Instruksi kakak pembina membuat lingkaran.

Tepuk Pramuka

Serunya Hari Pramuka

 

Open chat