Sabtu 1 Agustus 2015 kami guru-guru Sekolah Tetum Bunaya mengikuti pelatihan Filosofi Montessori di Demarko Cilandak.      

Pelatihan ini menambah pengetahuan kami tentang sejarah Montessori, yang tadinya kami hanya mengikuti dan melihat kegiatan Montessori menjadi tahu tujuan, proses, langkah pembelajaran Montessori itu bagaimana, dan juga tahu yang menciptakan metode Montessori itu adalah Dr. Maria Montessori yang berjuang untuk mencerdaskan generasi anak bangsa untuk masa mendatang. Beberapa hal yang kami petik dan membuat kami terpacu motivasi dari Dr. Maria Montessori ini yaitu beliau selalu mau belajar, berusaha dari segala proses di setiap kejadian dan selalu semangat menggali ilmu dengan daya juang yang tinggi untuk berusaha menciptakan pembelajaran yang menarik sehingga nantinya anak berkembang dengan kemauan dan minat anak sendiri tanpa harus memaksakan kehendak kepada anak, semua anak lakukan mandiri sesuai dengan tahap perkembangan anak walau tetap didampingi guru. Pembelajaran Montessori sangat menarik untuk  diterapkan kepada anak dari sejak dini. Dimulai dengan Latihan Aktivitas sehari-hari, dari segi bahasa, budaya, geografi, sensori, matematik, dimana anak melakukan pembelajaran dengan menggunakan benda-benda konkret

.

Ada beberapa point yang menarik karena memang baru kami dengar. Point  yang pertama adalah tentang konsep dasar perkembangan anak dalam pembelajaran Montessori, di dalamnya terdapat Sensitive Period dimana masa anak khusus mudah menerima stimulus-stimulus tertentu, Kami menyadari bahawa anak mempunyai masa yang sangat penting dan tidak bisa diulang kembali ketika stimulus tidak diberikan dengan tepat, tentunya dengan tahapan usia berdasarkan Sensitive Period tersebut.

Dengan mengamati anak kita bisa dapat memberikan stimulus yang tepat, misalkan di usia dini pada tingkatan usia 1,5 -4 tahun kita bisa memberikan latihan berupa koordinasi dan pengembangan otot dan  minat pada benda-benda kecil. Kami menyadari betul bahwa anak-anak usia dini yang ada di kelompok bermain khususnya di Tetum Bunaya memang membutuhkan latihan motorik, bisa berupa motorik kasar maupun motorik halus. Tujuan tersebut memang merujuk kepada kesiapan nanti di jenjang selanjutnya seperti TK dan SD, kesiapan menulis dan membaca.

.

Gerak motorik sangat berpengaruh dengan kesiapan tersebut, karena jika anak memiliki keseimbangan tubuh yang bagus, kontrol yang baik   maka akan membantu mereka dalam koordinasi panca indra, yang menjadikan fokus untuk menulis dan membaca. Untuk minat benda-benda kecil anak usia ditahapan tersebut memang agar anak bisa melihat detail dari setiap yang mereka lihat dan akan  mengacu kepada latihan koordinasi mata tangan dan membutuhkan latihan untuk menjadi sempurna dan akurat.

Point yang kedua yang perlu dicatat juga adalah bagaimana kita mengetahui karakteristik metode Montessori dengan karakteristik metode pendidikan tradisional, secara besar kita mengetahui bagaimana cara kerja pembelajaran tradisional yang kami juga pernah alami, tentunya jadi hal yang berbeda ketika mendengar dari pembelajaran metode Montessori, sungguh sangat menarik ketika suatu proses pembelajaran melibatkan anak, lingkungan dan guru. Kami pikir hanya anak dan guru, nyatanya lingkungan menjadi bagian dari proses pembelajaran, dengan lingkungan yang sudah disiapkan dengan baik maka akan menjadi hal yang berdampak positif bagi anak, begitupun anak dapat belajar dari guru dan guru belajar dari anak semua adalah proses dimana Montessori ini bekerja.

.

Bagian yang paling penting adalah point terakhir di mana figur guru pada kelas Montessori, menurut kami banyak yang perlu di garis bawahi untuk pengingat kami sebagai guru, bahwa menghargai perbedaan anak, mendukung kemandirian, mampu mengidentifikasi penilaian anak hingga mengeliminasi karakter negatif harusnya menjadi figur guru untuk semua bukan hanya untuk guru Montessori saja.

Terima Kasih untuk sharing ilmu yang sangat menyenangkan hari ini, semoga kita Kakak-kakak dapat terus berjuang untuk masa depan  adik-adik yang hebat dan bahagia.

“One test of the correctness of educational procedure is the happiness of the child”

-Maria Montessori-

Ditulis oleh Kak Uwi dan Kak Irma

.